Pemerintah Ajak Generasi Muda Berperan dalam Akselerasi Ekonomi Digital dan Energi Hijau Nasional

Pemerintah terus memperkuat akselerasi transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi digital dan ekonomi hijau dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Pujo Setio mewakili Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon saat memberikan keynote speech pada acara Sarasehan Vol. Il bertajuk "Youth Power: Empowering the Creative Economy with Green Digital dan Green Energy" di Politeknik Negeri Jakarta, Selasa (28/10).
"Indonesia berhasil menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12% pada triwulan II tahun 2025 dan mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 64 bulan berturut-turut. Pemerintah menargetkan Indonesia masuk lima besar ekonomi dunia pada tahun 2045, sehingga diperlukan transformasi ekonomi melalui penguatan mesin pertumbuhan baru," ucap Sesdep Pujo Setio.
Lebih lanjut, bahwa pengembangan ekonomi digital menjadi salah satu prioritas nasional. Kontribusi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan meningkat dari USD110 miliar pada tahun 2025 menjadi USD360 miliar pada tahun 2030 didorong oleh e-commerce, transportasi dan makanan online, perjalanan online, serta media digital. Teknologi berbasis Kecerdasan Artifisial/Artificial Intellegence (Al) turut menjadi katalis dalam peningkatan produktivitas dan inovasi di berbagai sektor.
"Digitalisasi harus bergerak ke arah yang berkelanjutan, diantaranya melalui green digital economy dan green energy, dengan pemanfaatan teknologi untuk menekan emisi dan mengoptimalkan konsumsi energi," jelas Sesdep Pujo Setio.
Transisi energi hijau juga menjadi pilar penting pembangunan nasional. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia yang memberikan nilai tambah hingga 160 kali lipat melalui hilirisasi menjadi baterai kendaraan listrik, serta cadangan silika yang dapat menguatkan industri panel surya. Ekonomi hijau bukan hanya komitmen lingkungan, tetapi juga peluang strategis yang memberi nilai tambah tinggi bagi perekonomian.
Selain itu, Sesdep Pujo Setio juga menekankan peran penting ekonomi kreatif sebagai kekuatan ekonomi berbasis inovasi dan kekayaan intelektual. Pada tahun 2024, sektor ini menyerap lebih dari 26 juta tenaga kerja nasional dan terus tumbuh melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah mendorong pelaku kreatif muda untuk memperluas akses pembiayaan berbasis HKI dan memanfaatkan platform digital hingga ke pasar global.
Memanfaatkan bonus demografi yang hanya tersisa 16 tahun ini dan momen peringatan Sumpah Pemuda ke-97, generasi muda diharapkan menjadi motor utama akselerasi transformasi ekonomi nasional. Pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kompetensi dan peluang kerja bagi lulusan perguruan tinggi, termasuk melalui program magang bersertifikat dan peningkatan ekosistem ekonomi kreatif digital.
"Mari bersama kita wujudkan generasi muda Indonesia sebagai penggerak ekonomi masa depan yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan," pungkas Sesdep Pujo Setio.
Turut hadir dalam forum tersebut diantaranya yakni Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi periode 2016-2019, Duta Besar Negara Seychelles untuk ASEAN, Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak, Direktur Operasi PT PGN MAS, Vice President Environmental Social and Governance Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Ketua Jurusan PNJ, Senat PNJ, perwakilan kelompok Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) PNJ, perwakilan mahasiswa PNJ, serta mahasiswa perguruan lainnya. (dep3/aml/fsr)
***